Senin, 18 Maret 2013

laporan praktikum 1 mortum


LAPORAN PRAKTIKUM I
MORFOLOGI TUMBUHAN
(AKKC 224)
DAUN TUNGGAL DAN BAGIAN-BAGIANNYA

Disusun Oleh:
Teti herawati
A1C212226
Kelompok IIB

Dosen Pengasuh:


Asisten:
Katrunnada
Muktihastuti



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2013




PRAKTIKUM I
Topik               :  Daun Tunggal dan Bagian-bagiannya
Tujuan             :  Mengenal bagian-bagian daun dan ciri-ciri daun tunggal
Hari/Tanggal   : Kamis / 1 Maret 2012
Tempat            : Laboratorium Biologi PMIPA UNLAM Banjarmasin
 

I.             ALAT DAN BAHAN
         Alat        : 1.  Baki / nampan
                          2.  Alat tulis 

         Bahan    : 1.  Daun Bambu ( Bambusa sp )
                          2.  Daun Tebu ( Saccharum officinarum I. )
                          3.  Daun Pisang ( Musa paradisiaca L. )
                          4.  Daun Jarak ( Ricinus communis L. )
                          5.  Daun Widelia ( Widelia sp )
                          6.  Daun Keladi ( Colocasta sp )
                          7.  Daun Mangga ( Mangifera indica L. )

II.          CARA KERJA
1.         Mengamati bagian-bagian daun: tangkai (petiolus), pelepah (vagina), helaian (lamma), lidah-lidah ( ligula).
2.         Mengamati bangun daun: lanset, bulat telur, bulat telur terbalik, perisai, garis, pita, dsb.
3.         Mengamati ujung daun: runcing, meruncing, tumpul, membulat, rompang/rata, berbelah berduri.
4.         Mengamati pangkal daun: runcing, meruncing, tumpul, membulat, rompang/rata, berlekuk.
5.         Mengamati tepi daun: rata, bergigi, bergerigi, bergerigi ganda, beringgit berombak, berlekuk, bercangap, berbagi.
6.         Mengamati daging daun: tipis seperti selaput, tipis lunak seperti perkamen, seperti kulit, berdaging.
7.         Mengamati pertulangan daun: menyirip, menjari, melengkung, sejajar.
8.         Mengamati permukaan atas dan  bawah daun: gundul, licin (mengkilat, suram, berselaput lilin), kasap, berkerut, berbingkul-bingkul, berbulu (jarang, halus dan rapat kasar)
9.         Mengamatri warna daun pada permukaan atas dan bawah.
10.     Menggambar hasil pengamatan.  

III.       TEORI DASAR
            Daun merupakan bagian tumbuhan yang penting dan umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya terdapat pada batang, bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang, dan tempat di atas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axilla). Daun biasanya tipis melebar. Kaya akan suatu zat warna hijau daun yang dinamakan klorofil. Daun berfungsi sebagai alat untuk:
1.      Pengambilan zat-zat makanan (resorbsi)
2.      Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi)
3.      Penguapan air (transpirasi)
4.      Pernafasan (respirasi)
A.    Bagian-bgian daun
Daun lengkap terdiri dari tiga bagian, yaitu:
1.      Upih daun atau pelepah daun (vagina)
2.      Tangkai daun (petiolus)
3.      Helaian daun (lamina)
B.     Bangun/bentuk daun (circumcriptio)
Berdasarkan letak bagian daun yang terlebar maka daun dibedakan empat golongan, yaitu daun dengan:
1.      Bagian yang terlebar kira-kira di tengah-tengah helaian daun.
Tumbuhan yang memiliki daun yang bagian terlebarnya terletak ditengah-tengah/helaian daun kemungkinan bangun daunnya adalah bulat atau bundar (orbicularis), bangun perisai (pelitatus), jorong (ovalis atau ellipticus), memanjang (oblongus), dan bangun lanset (lanceolatus).
2.      Bagian yang terlebar di bawah tengah-tengah helaian daunnya dibedakan dalam dua golongan, yaitu:
a.       Pangkal daunnya tidak bertoreh. Dalam golongan ini didapati bentuk-bentuk daun seperti: bangun bulat telur (ovatus), bangun segitiga (triangularis), bangun delta (deltoideus), dan bangun belah ketupat (rhomboideus).
b.      Pangkal daun bertoreh atau bertekuk. Dalam golongan ini termasuk bentuk-bentuk daun seperti : bangun jantung (cordatus), bangun ginjal atau kerinjal (reniformis), bangun anak panah (sagittatus), bangun tombak (hastatus), dan bangun bertelinga (auriculatus).
3.      Bagian yang terlebar terletak diatas tengah-tengah helaian daun.
         Daun dengan bagian yang terlebar terletak di tengah-tengah helaian daun kemungkinan bangunan daunnya adalah bangun bulat telur sungsang (abovatus), bangun jantung sungsang (obcordatus), bangun segitiga terbalik atau bangun pasak (cuneatus), dan bangun sudip atau bangun spatel atau solet (spathulatus).
4.      Tidak ada bagian yang terlebar atau dari pangkal ke ujung dapat dikatakan sama lebarnya
         Dalam golongan ini termasuk daun-daun tumbuhan yang biasanya sempit, atau lebarnya jauh berbeda jika di bandingkan dengan panjangnya daun. Pada umumnya bentuk daun yang dari pangkal ke ujung sama lebarnya adalah bangun garis (linearis), bangun pita (ligulatus), bangun pedang (ensiformis), bangun paku atau dabus (subulatus), dan bangun jarum (acerocus).
C.    Ujung daun (Apex felli) dan pangkal daun (Basis folli)
         Ujung dan pangkal daun dapat memperlihatkan bentuk yang beraneka rupa. Ada tujuh bentuk ujung daun yang sering kita jumpai yaitu runcing (acutus), meruncing (acuminatus), tumpul (obtusus), membulat (rotundatus), rompang (truncatus), terbelah (retusus), dan berduri (mucronatus).
D.    Susunan tulang daun (nervatio atau venation)
         Tulang-tulang daun adalah bagian daun yang berfungsi untuk memberi kekuatan pada daun atau sebagai penguat dan jalan untuk pengangkutan zat-zat. Menurut besar kecilnya tulang-tulang daun dibedakan dalam tiga macam, yaitu: ibu tulang daun (costa), tulang-tulang cabang (nervus lateris), dan urat-urat daun (vena). Berdasarkan arah tulang-tulang cabang yang besar pada helaian daun, dapat dibedakan beberapa macam susunan tulang daun dan berdasarkan susunan tulangnya dapat dibedakan menjadi empat golongan, yaitu daun-daun yang bertulang menyirip (pennanervis), daun-daun yang bertulang menjari (palminervis), daun-daun yang bertulang melengkung (cervinervis), dan daun-daun yang bertulang sejajar atau bertulang lurus (rectinervis).
E.     Tepi daun (margo folli)
         Secara garis besar tepi daun dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu: rata (integer), dan bertoreh (divisus). Toreh-toreh pada tepi daun sangat beraneka ragam sifatnya. Biasanya toreh-toreh pada tepi daun dibedakan dalam tiga golongan, yaitu:
1.      Tepi daun yang bertoreh merdeka.
            Tepi daun dengan toreh yang merdeka banyak pula ragamnya, namun yang sering kita jumpai adalah tepi daun yang dinamakan bergerigi (serratus), bergerigi ganda/ rangkap (bisseratus), bergigi (dentatus), beringgit (crenatus), dan berombak (repandus).
2.      Tepi daun dengan toreh-toreh yang mempengaruhi bentuknya.
               Berdasrkan dalamnya toreh-toreh pada tepi daun dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: berlekuk (lobatus), bercangap (fissus) dan berbagi (pertitus).
F.     Daging daun (intervenium)
         Daging daun (intervenium) adalah bagian daun yang terdapat di antara tulang-tulang daun dan urat-urat daun. Di bagian ini zat-zat yang diambil dari luar tubuh diubah menjadi zat-zat yang sesuai dengan keperluan kehidupan tumbuhan. Tebal tipisnya helaian daun tergantung dari tebal tipisnya daging daunnya. Oleh karena iu daging daun dapat bersifat seperti selaput (membranceus), seperti kertas (papyraceus) atau (chartaceus), tipis lunak (herbaccus), seperti perkamen (perkamenteus), seperti kulit belulang (cortacius), dan berdaging (carnosus).
G.    Warna daun.
         Secara umum kita ketahui  bahwa daun berwarna hijau, namun tidak jarang kita jumpai daun yang berwarna tidak hijau. Selain itu warna hijau pada daun dapat memperlihatkan banyak variasi atau nuansa, misalnya merah, hijau bercampur atau tertutup warna merah, atau hijau kekuningan.
H.    Permukaan daun
         Pada umumnya warna hijau daun pada sisi atas dan bawah jelas berbeda, biasanya sisi atas tampak lebih hijua, licin atau mengkilat jika dibandingkan dengan sisi bawah daun. Kadan-kadang pada permukaan daun terdapat alat-alat tambahn yang berupa sisik-sisik, rambut-rambut, duri, dll. Oleh karena itu orang membedakan permukaan daun ada yang licin (laevis), gundul (glaber), kasap (scaber), berkerut (rugosus), berbingkul-bingkul (bullatus), berbulu (pilosus), berbulu halus atau rapat (villosus), berbulu kasar (hispidus), dan bersisik (lapidus).








IV.       HASIL PENGAMATAN
A.  TABEL PENGAMATAN
No
Nama
tumbuhan
Bangun daun
Ujung daun
Pangkal daun
Tepi daun
Daging daun
Permukaan atas dan bawah daun
Warna daun
Atas
Bawah
1
Daun bambu
Garis
Merun-cing
Membulat
Rata
Perkamen
Berbulu kasar
Berbulu kasar
Hijau
2
Daun pisang
jorong
meruncing
terbelah
Rata
Seperti Kertas
licin
licin
Hijau
3
Daun
Tebu
Pita
Runcing
Rompang  
Rata
Seperti kertas
berbuluhalus
Berbulu kasar
Hijau
4
Daun jarak
Perisai
Merun-cing
Runcing
Bergerigi ganda
Seperti kertas
Licin
Berbinggul-binggul
Hijau kemerahan
5
Daun widelia
Tombak
Runcing
Rompang
Bergerigi
ganda
Seperti kertas
Kasar berbulu
kasar
Hijau
6
Daun keladi
Perisai
meruncing
Terbelah
Rata
Lunak tipis
licin
licin
Hijau muda
7
Daun mangga
Jorong
Meruncing
Runcing
Rata
Perkamen
Licin
Licin
(Suram)
Hijau










B.        GAMBAR HASIL PENGAMATAN
1.   Bambu (Bambusa sp)
                                            Keterangan:
1.      Ujung daun
2.      Helaian daun
3.      Tepi daun
4.      Ibu tulang daun
5.      Pangkal daun
6.      Tangkai daun
Menurut literatur
                                                                                                 
 







Sumber : Anonim A. 2013
2.      Tebu (Saccarum officinarum)
                                                                                              Keterangan:
1.    Ujung daun
2.    Helaian daun
3.    Tepi daun
4.    Ibu tulang daun
5.    Pelepah




Menurut literatur
        

 






Sumber : Anonim B. 2013
3.      Pisang (Musa paradisiaca)
                                                                                                Keterangan:
1.         Ujung daun
2.         Helaian daun
3.         Tepi daun
4.         Ibu tulang daun
5.         Pelepah
6.         Tangkai daun
7.         Pangkal daun
Menurut literatur
 

 






Sumber : Anonim C. 2013


4.      Jarak (Ricinus communis)
                        Keterangan:
1.    Ujung daun
2.    Helaian daun
3.    Tepi daun
4.    Ibu tulang daun
5.    Urat daun
6.    Pangkal daun
7.    Tangkai
Menurut literatur
 








Sumber : Anonim D. 2013

5.      Widelia (Widelia sp)
             Keterangan:
1.         Ujung daun
2.         Helaian daun
3.         Tepi daun
4.         Ibu tulang daun
5.         Pangkal daun




Menurut literatur
                
 







Sumber : Anonim E. 2013
6.      Keladi (Colocasia sp)
                Keterangan:
1.         Ujung daun
2.         Helaian daun
3.         Tepi daun
4.         Ibu tulang daun
5.         Pangkal daun
6.         Tangkai

Menurut literatur
 
 
 






Sumber : Anonim F. 2013


7.      Mangga (Mangifera indica)
                Keterangan:
1.         Ujung daun
2.         Helaian daun
3.         Tepi daun
4.         Ibu tulang daun
5.         Tangkai


            Menurut literatur
 










Sumber : Anonim G. 2013










V.          ANALISIS DATA
1.         Bambu (Bambusa sp)
Klasifikasi ilimiah
Kingdom                :Plantae
Subkingdom           :Tracheobionta
Super Divisi            :Spermatophyta (Menghasilkan biji)
 Divisi                     : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
 Kelas                      : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas  
            : Commelinidae
Ordo                       : Poales
Famili                      : 
poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus                     : 
Bambusa
Spesies                    : Bambusa sp
Sumber                   : http://www.plantamor.com/index.php

            Berdasarkan pengamatan yang dilakukan tanggal 21 februari 2013 bahwa Daun bambu merupakan daun yang tergolong daun tidak sempurna karena memiliki 2 bagian daun yaitu helaian dan pelepah saja namun daun ini memiliki alat tambahn seperti selubung bumbung. Bangun atau bentuk dari daun bambu adalah berbentuk garis atau bentuk memanjang. Ujung daun pada daun bambu berbentuk meruncing Sedangkan untuk pangkal daun membulat karena pada pangkal daunnya tidak terdapat sama sekali sudut pangkal daun.
Daun bambu memiliki tepi yang rata tidak bergerigi maupun bertoreh. Daging daunnya bertipe perkamen yaitu tipis cukup kaku. Pertulangan daunnya sejajar dari pangkal daun ke arah ujung daun. Permukaan atas daun cukup kasar dan bawah nya berbulu licin karena disebabkan pertulangan daun yang cukup terasa karena ada semacam bulu-bulu halus. Warna daunnya ada perbedaan atas dan bawah,  pada bagian atas jauh lebih gelap dibanding dengan yang ada dibagian bawah. Warna daun bamboo biasanya berwarna hijau namun ada juga yang berwarna kuning.
2.         Tebu (Saccharum officinarum L.)
Klasifikasi ilmiah:
Kingdom                : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom           : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi            : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                      : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                       : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas  
            : Commelinidae
Ordo                       : Poales
Famili                      : 
Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus                     : 
Saccharum
Spesies       
            : Saccharum officinarum L.
Sumber                   : http://www.plantamor.com/index.php?plant=1100

Berdasarkan pengamatan Bangun daun tebu adalah berbentuk pita, daun bangun pita serupa dengan dau bangun garis, daun tebu ini mirip dengan daun jagung. Ujung daunnya berbentuk runcing dan pangkalnya berbentuk  rata yaitu tidak memiliki lekukan. Daun tebu memilki tepi yang rata dan daging daunnya bertipe seperti kertas. Pertulangan daunnya pun sejajar dari pangkal sampai ujung daun. Permukaan atas daun memiliki permukaan yang berbulu kasar, permukaan bawah nya pun sama berbulu kasar, apabila dipegang akan terasa urat-urat daun yang tersusun sejajar kecil. Warna daunnya hijau agak muda.
3.         Pisang (Musa paradisiaca)
Klasifikasi ilmiah:
Kingdom                : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom           : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi            : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                      : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                       : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas  
            : Commelinidae
Ordo                       : Zingiberales
Famili                      : 
Musaceae (suku pisang-pisangan)
Genus                     : 
Musa
Spesies       
            : Musa paradisiaca 
Sumber                   : http://www.plantamor.com/index.php?plant=877

Berdasarkan penelitian Daun pisang memiliki bentuk daun yang jorong, yaitu bentuk memanjang namun juga agak lebar perbandingan panjang dan lebarnya adalah 11/2-2 : 1. Pada saat penelitian ujung daun pisang saat itu meruncing karena daun tersebut masih muda, namun kerap kali di temukan daun ujung pisang itu terbelah . Tepi daunnya rata namun ada juga yang bergelombang. Daging daunnya tipis seperti kertas dengan pertulangan daun menyirip
permukaan atas dan bawah daun sama-sama licin. Pada permukaan bawah seperti dilapisi tepung, Apabila di peggang ada warna putih seperti tepung yang melkat pada tangan. Warna daun untuk bagian atas daun warna hijaunya lebih tua dari pada dibagian bawah daun, namun untuk daun yang masih muda warnanya hampir sama.
Daun pisang merupakan daun sempurna karena memiliki 3 bagian daun yaitu: tangkai, helaian dan pelepah.

4.         Jarak (Ricinus communis)
Kingdom                : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom           : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi            : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                      : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                       : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas  
            : Rosidae
Ordo                       : Euphorbiales
Famili                     
Euphorbiaceae
Genus                    
Ricinus
Spesies       
            Ricinus communis L
Sumber                   : http://www.plantamor.com/index.php?plant=1314

Daun dari tanaman Ricinus communis adalah  daun tidak lengkap memiliki tangkai dan hrlaian saja. Pertulangan daunnya menjari dan bangun daunnya perisai karena daun jarak memiliki tangkai di tengah. Ujung daun meruncing. Bagian tepi daunnya bergerigi yaitu memiliki sinus dan angelus yang sama –sama lancip. Daunnya bercangap menjari. Daging daunnya seperti kertas. Permukaan atasnya licin dan permukaan bawahnya berbinggul-binggul.. Beberapa jenis daun jarak berwarna hijau namun yang di teliti saat praktikum kamis tanggal 21 februari meneliti daun jarak yang berwarna hijau kemerahan.

5.         Widelia (Widelia sp)

Kingdom                : Plantae (Tumbuhan)
Super Divisi            : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                      : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                       : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas  
            : Asteridae
Ordo                       : Asterales
Famili                      : 
Asteraceae 
Genus                     : 
Widelia
Spesies       
            : Widelia sp
Sumber                   : http://www.plantamor.com/index.php?plant=1293
Widelia memiliki bangun daun tombak, tepi daunnya bergerigi ganda, hampir seperti bergerigi namun angulus cukup besar. Daging daunnya tipis seperti kertas, pertulangan daunnya menjari sama seperti daun jarak namun pada daun widelia lebih sedikit. Permukaan atas daunnya terdapat bulu-bulu kasar , dan bagian bawah daun bila diraba agak kasar. Warna daun untuk bagian atasnya hijau agak gelap, bagian bawahnya agak terang.

6.         Mangga (Mangifera indica)
Kingdom                : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom           : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi            : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                      : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                       : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas  
            : Rosidae
Ordo                       : Sapindales
Famili                      : 
Anacardiaceae 
Genus                     : 
Mangifera
Spesies       
            : Mangifera indica L.
Sumber                   : http://www.plantamor.com/index.php?plant=812

Bangun daun mangga adalah jorong, ujung daunnya meruncing namun untuk bagian pangkal daunnya runcing saja, tepi daunnya rata tanpa gelombang. Daging daunnya perkamen dan pertulangannya menyirip, tulang daun pada daun mangga sangat jelas dan tebal mulai dari ibu tulang daun hingga anak tulang daun. Permukaan daun bagian atas dan bawahnya sama-sama licin. Untuk warna daunnya bagian atas daun berwarna hijau agak tua dibanding bagian bawahnya.
7.         Keladi (Colocasia sp)
Kingdom                : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom           : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi            : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi                      : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas                       : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas  
            : Arecidae
Ordo                       : Arales
Famili                      : 
Araceae (suku talas-talasan)
Genus                     : 
Colocasia
Spesies       
            : Colocasia sp
Sumber      
            : http://www.plantamor.com/index.php?plant
Keladi adalah tanaman yang kebanyakan hidup di daerah dekat sungai atau tempat yang tergenang air. Keladi memiliki bagian daun berupa pelepah dan helai daun. Tangkai daun keladi adalah tangkai semu yang merupakan pemanjangan dari pelapah daun. Tanaman keladi memiliki daun daun berbentuk perisai dengan ujung daun meruncing dan pangkal daun membelah. Tepi daun tumbuhan keladi rata hampir bergelombang. Daging daunnya lunak dan tipis. Permukaan atas dan bawah daun tanaman keladi licin dan dilapisi lilin seperti daun pisang. Kebanyakan warna daun keladi adalah hijau. Pertulangan daun tanaman keladi menjari.









VI.              KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :
1.   Daun tunggal (folium simplex) yaitu apabila pada tangkai daun hanya terdapat satu helaian daun saja.
2.   Daun  lengkap adalah daun yang memiliki bagian berupa pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus) dan helaian daun (lamina).
3.   Daun bambu : bangun garis t, ujung meruncing, pangkal membulat, tepi daun rata, daging daun tipis seperti perkamen, pertulangan sejajar, warna daun dominan hijau. Permukaan atas agak kasar sedangkan permukaan bawah berbulu licin.
4.   Daun tebu : bangun pita, ujung runcing, pangkal rata atau rompang, tepi daun rata, daging daun tipis seperti kertas, pertulangan sejajar, warna daun dominan hijau. Permukaan atasnya berbulu halus sedangkan permukan bawahnya kasap.
5.   Daun pisang : bangun jorong, ujung meruncing, pangkal terbelah, tepi daun rata, daging seperti kertas, pertulangan menyirip, warna hijau. Permukaan atasnya licin dan permukaan bawahnya licin (berselaput lilin).
6.   Daun jarak : bangun perisai, ujung meruncing, pangkal runcing, tepi bergerigi , daging daun seperti kertas, pertulangan menjari, warna hijau kemerahan. Permukaan atas  daun licin permukaan bawah berbinggu- binggul.
7.   Daun widelia : bangun tombak, ujung runcing, pangkal rompang, tepi daun bergerigi ganda, daging daun seperti kertas, pertulangan menyirip, warna hijau. Permukaan atas daun berbulu kasar dan permukaan atas yang juga kasar.
8.   Daun keladi : bangun perisai, ujung meruncing, pangkal terbelah, tepi daun bergelombang, daging daun lunak tipis, pertulangan daun menyirip, warna hijau. Permukaan daunnya licin serta permukaan bawahnya berselaput lilin.
9.   Daun mangga : bangun jorong, ujung meruncing, pangkal runcing, daging daun perkamen, pertulangan menyirip, warna hijau dengan permukaan yang licin.



























VII.       DAFTAR PUSTAKA
Anonim A.2013. http://1.bp.blogspot.com di akses pada hari Rabu , tanggal 20 februari 2013

Anonim B. 2013. http://nusataniterpadu.files.wordpress.com/2009/02/king-grass.jpg,  di akses pada hari Rabu, tanggal 20 februari 2013
AnonimC.2013.http://188hughlowstreet.files.wordpress.com/2010/09/banana_leaf.jpg pisang 1 di akses pada hari Rabu, tanggal 20 februari 2013

Anonim D. 2013. http://biojana.com/wp-content/uploads/2012/09/Jarak-Cina-Tanaman-Obat-Indonesia.jpgdi akses pada hari Rabu, tanggal 20 februari 2013

,                 di akses pada hari Rabu, tanggal 20 februari 2013

Anonim F. 2013. http://3.bp.blogspot.com di akses pada hari Rabu, tanggal 20 februari 2013
Anonim G. 2013. http://manfaat.org/wp-content/uploads/2012/07/Khasiat-Daun-Mangga.jpgdi akses pada hari Rabu, tanggal 20 februari 2013
Amintarti, Sri. 2013. Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan. Banjarmasin: Jurusan FMIPA FKIP UNLAM.

Tjitrosoepomo, Gembong.1994. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar