LAPORAN PRAKTIKUM I
MORFOLOGI
TUMBUHAN
(AKKC 224)
DAUN TUNGGAL
DAN BAGIAN-BAGIANNYA
Disusun Oleh:
Teti
herawati
A1C212226
Kelompok IIB
Dosen Pengasuh:
Asisten:
Katrunnada
Muktihastuti
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2013
PRAKTIKUM I
Topik : Daun Tunggal dan Bagian-bagiannya
Tujuan : Mengenal bagian-bagian daun dan ciri-ciri daun tunggal
Hari/Tanggal : Kamis
/ 1 Maret 2012
Tempat : Laboratorium Biologi PMIPA UNLAM Banjarmasin
I.
ALAT DAN BAHAN
Alat : 1. Baki / nampan
2. Alat
tulis
Bahan :
1. Daun Bambu ( Bambusa sp )
2. Daun Tebu ( Saccharum officinarum I. )
3. Daun Pisang ( Musa paradisiaca L. )
4. Daun Jarak ( Ricinus communis L. )
5. Daun Widelia ( Widelia sp )
6. Daun Keladi ( Colocasta sp )
7. Daun Mangga ( Mangifera indica L. )
II.
CARA
KERJA
1.
Mengamati bagian-bagian
daun: tangkai (petiolus), pelepah (vagina), helaian (lamma), lidah-lidah ( ligula).
2.
Mengamati bangun
daun: lanset, bulat telur, bulat telur terbalik, perisai, garis, pita, dsb.
3.
Mengamati ujung
daun: runcing, meruncing, tumpul, membulat, rompang/rata, berbelah berduri.
4.
Mengamati pangkal
daun: runcing, meruncing, tumpul, membulat, rompang/rata, berlekuk.
5.
Mengamati tepi
daun: rata, bergigi, bergerigi, bergerigi ganda, beringgit berombak, berlekuk,
bercangap, berbagi.
6.
Mengamati daging
daun: tipis seperti selaput, tipis lunak seperti perkamen, seperti kulit,
berdaging.
7.
Mengamati
pertulangan daun: menyirip, menjari, melengkung, sejajar.
8.
Mengamati
permukaan atas dan bawah daun: gundul,
licin (mengkilat, suram, berselaput lilin), kasap, berkerut,
berbingkul-bingkul, berbulu (jarang, halus dan rapat kasar)
9.
Mengamatri warna
daun pada permukaan atas dan bawah.
10. Menggambar hasil pengamatan.
III.
TEORI DASAR
Daun merupakan bagian tumbuhan yang
penting dan umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun. Alat ini hanya
terdapat pada batang, bagian batang tempat duduknya atau melekatnya daun
dinamakan buku-buku (nodus) batang, dan
tempat di atas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan
ketiak daun (axilla). Daun biasanya tipis
melebar. Kaya akan suatu zat warna hijau daun yang dinamakan klorofil. Daun
berfungsi sebagai alat untuk:
1. Pengambilan zat-zat makanan (resorbsi)
2. Pengolahan zat-zat makanan (asimilasi)
3. Penguapan air (transpirasi)
4. Pernafasan (respirasi)
A.
Bagian-bgian daun
Daun lengkap terdiri dari tiga bagian, yaitu:
1. Upih daun atau pelepah daun (vagina)
2. Tangkai daun (petiolus)
3. Helaian daun (lamina)
B.
Bangun/bentuk daun (circumcriptio)
Berdasarkan letak bagian daun yang terlebar maka daun dibedakan empat
golongan, yaitu daun dengan:
1. Bagian yang terlebar kira-kira di tengah-tengah
helaian daun.
Tumbuhan yang memiliki daun yang bagian terlebarnya terletak
ditengah-tengah/helaian daun kemungkinan bangun daunnya adalah bulat atau
bundar (orbicularis), bangun perisai
(pelitatus), jorong (ovalis atau ellipticus), memanjang (oblongus),
dan bangun lanset (lanceolatus).
2. Bagian yang terlebar di bawah tengah-tengah helaian
daunnya dibedakan dalam dua golongan, yaitu:
a. Pangkal daunnya tidak bertoreh. Dalam golongan ini
didapati bentuk-bentuk daun seperti: bangun bulat telur (ovatus), bangun segitiga (triangularis),
bangun delta (deltoideus), dan bangun
belah ketupat (rhomboideus).
b. Pangkal daun bertoreh atau bertekuk. Dalam golongan
ini termasuk bentuk-bentuk daun seperti : bangun jantung (cordatus), bangun ginjal atau kerinjal (reniformis), bangun anak panah (sagittatus),
bangun tombak (hastatus), dan bangun
bertelinga (auriculatus).
3. Bagian yang terlebar terletak diatas tengah-tengah
helaian daun.
Daun dengan bagian yang terlebar
terletak di tengah-tengah helaian daun kemungkinan bangunan daunnya adalah
bangun bulat telur sungsang (abovatus),
bangun jantung sungsang (obcordatus),
bangun segitiga terbalik atau bangun pasak (cuneatus),
dan bangun sudip atau bangun spatel atau solet (spathulatus).
4. Tidak ada bagian yang terlebar atau dari pangkal ke
ujung dapat dikatakan sama lebarnya
Dalam golongan ini termasuk
daun-daun tumbuhan yang biasanya sempit, atau lebarnya jauh berbeda jika di bandingkan
dengan panjangnya daun. Pada umumnya bentuk daun yang dari pangkal ke ujung
sama lebarnya adalah bangun garis (linearis),
bangun pita (ligulatus), bangun
pedang (ensiformis), bangun paku atau
dabus (subulatus), dan bangun jarum (acerocus).
C.
Ujung daun (Apex
felli) dan pangkal daun (Basis folli)
Ujung dan pangkal daun dapat
memperlihatkan bentuk yang beraneka rupa. Ada tujuh bentuk ujung daun yang
sering kita jumpai yaitu runcing (acutus),
meruncing (acuminatus), tumpul (obtusus), membulat (rotundatus), rompang (truncatus),
terbelah (retusus), dan berduri (mucronatus).
D.
Susunan tulang daun (nervatio atau venation)
Tulang-tulang daun adalah bagian daun
yang berfungsi untuk memberi kekuatan pada daun atau sebagai penguat dan jalan
untuk pengangkutan zat-zat. Menurut besar kecilnya tulang-tulang daun dibedakan
dalam tiga macam, yaitu: ibu tulang daun (costa),
tulang-tulang cabang (nervus lateris),
dan urat-urat daun (vena).
Berdasarkan arah tulang-tulang cabang yang besar pada helaian daun, dapat
dibedakan beberapa macam susunan tulang daun dan berdasarkan susunan tulangnya
dapat dibedakan menjadi empat golongan, yaitu daun-daun yang bertulang menyirip
(pennanervis), daun-daun yang
bertulang menjari (palminervis),
daun-daun yang bertulang melengkung (cervinervis),
dan daun-daun yang bertulang sejajar atau bertulang lurus (rectinervis).
E.
Tepi daun (margo
folli)
Secara garis besar tepi daun dapat dibedakan
dalam dua macam, yaitu: rata (integer),
dan bertoreh (divisus). Toreh-toreh
pada tepi daun sangat beraneka ragam sifatnya. Biasanya toreh-toreh pada tepi
daun dibedakan dalam tiga golongan, yaitu:
1. Tepi daun yang bertoreh merdeka.
Tepi daun dengan toreh yang merdeka banyak
pula ragamnya, namun yang sering kita jumpai adalah tepi daun yang dinamakan
bergerigi (serratus), bergerigi
ganda/ rangkap (bisseratus), bergigi (dentatus), beringgit (crenatus), dan berombak (repandus).
2. Tepi daun dengan toreh-toreh yang mempengaruhi
bentuknya.
Berdasrkan dalamnya toreh-toreh pada
tepi daun dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: berlekuk (lobatus), bercangap (fissus) dan berbagi (pertitus).
F.
Daging daun (intervenium)
Daging daun (intervenium) adalah bagian daun yang terdapat di antara
tulang-tulang daun dan urat-urat daun. Di bagian ini zat-zat yang diambil dari
luar tubuh diubah menjadi zat-zat yang sesuai dengan keperluan kehidupan
tumbuhan. Tebal tipisnya helaian daun tergantung dari tebal tipisnya daging
daunnya. Oleh karena iu daging daun dapat bersifat seperti selaput (membranceus), seperti kertas (papyraceus) atau (chartaceus), tipis lunak (herbaccus),
seperti perkamen (perkamenteus),
seperti kulit belulang (cortacius),
dan berdaging (carnosus).
G.
Warna daun.
Secara umum kita ketahui bahwa daun berwarna hijau, namun tidak jarang
kita jumpai daun yang berwarna tidak hijau. Selain itu warna hijau pada daun
dapat memperlihatkan banyak variasi atau nuansa, misalnya merah, hijau
bercampur atau tertutup warna merah, atau hijau kekuningan.
H.
Permukaan daun
Pada umumnya warna hijau daun pada sisi
atas dan bawah jelas berbeda, biasanya sisi atas tampak lebih hijua, licin atau
mengkilat jika dibandingkan dengan sisi bawah daun. Kadan-kadang pada permukaan
daun terdapat alat-alat tambahn yang berupa sisik-sisik, rambut-rambut, duri,
dll. Oleh karena itu orang membedakan permukaan daun ada yang licin (laevis), gundul (glaber), kasap (scaber),
berkerut (rugosus),
berbingkul-bingkul (bullatus),
berbulu (pilosus), berbulu halus atau
rapat (villosus), berbulu kasar (hispidus), dan bersisik (lapidus).
IV.
HASIL PENGAMATAN
A. TABEL PENGAMATAN
|
No
|
Nama
tumbuhan
|
Bangun daun
|
Ujung daun
|
Pangkal daun
|
Tepi daun
|
Daging daun
|
Permukaan atas
dan bawah daun
|
Warna daun
|
|
|
Atas
|
Bawah
|
||||||||
|
1
|
Daun bambu
|
Garis
|
Merun-cing
|
Membulat
|
Rata
|
Perkamen
|
Berbulu kasar
|
Berbulu kasar
|
Hijau
|
|
2
|
Daun pisang
|
jorong
|
meruncing
|
terbelah
|
Rata
|
Seperti Kertas
|
licin
|
licin
|
Hijau
|
|
3
|
Daun
Tebu
|
Pita
|
Runcing
|
Rompang
|
Rata
|
Seperti kertas
|
berbuluhalus
|
Berbulu kasar
|
Hijau
|
|
4
|
Daun jarak
|
Perisai
|
Merun-cing
|
Runcing
|
Bergerigi ganda
|
Seperti kertas
|
Licin
|
Berbinggul-binggul
|
Hijau kemerahan
|
|
5
|
Daun widelia
|
Tombak
|
Runcing
|
Rompang
|
Bergerigi
ganda
|
Seperti kertas
|
Kasar berbulu
|
kasar
|
Hijau
|
|
6
|
Daun keladi
|
Perisai
|
meruncing
|
Terbelah
|
Rata
|
Lunak tipis
|
licin
|
licin
|
Hijau muda
|
|
7
|
Daun mangga
|
Jorong
|
Meruncing
|
Runcing
|
Rata
|
Perkamen
|
Licin
|
Licin
(Suram)
|
Hijau
|
B.
GAMBAR HASIL PENGAMATAN
1.
Bambu
(Bambusa sp)
Keterangan:
1. Ujung
daun
2. Helaian
daun
3. Tepi
daun
4. Ibu
tulang daun
5. Pangkal
daun
6. Tangkai
daun
Menurut
literatur
|
|
Sumber : Anonim A.
2013
2. Tebu (Saccarum officinarum)
Keterangan:
1. Ujung
daun
2. Helaian
daun
3. Tepi
daun
4. Ibu
tulang daun
5. Pelepah
Menurut literatur
|
|
Sumber : Anonim
B. 2013
3. Pisang (Musa
paradisiaca)
Keterangan:
1.
Ujung daun
2.
Helaian daun
3.
Tepi daun
4.
Ibu tulang daun
5.
Pelepah
6.
Tangkai daun
7.
Pangkal daun
Menurut
literatur
|
|
Sumber : Anonim
C. 2013
4.
Jarak
(Ricinus communis)
Keterangan:
1. Ujung
daun
2. Helaian
daun
3. Tepi
daun
4. Ibu
tulang daun
5. Urat
daun
6. Pangkal
daun
7. Tangkai
Menurut
literatur
|
|
Sumber : Anonim
D. 2013
5.
Widelia
(Widelia sp)
Keterangan:
1.
Ujung daun
2.
Helaian daun
3.
Tepi daun
4.
Ibu tulang daun
5.
Pangkal daun
Menurut literatur
|
|
Sumber : Anonim
E. 2013
6.
Keladi
(Colocasia sp)
Keterangan:
1.
Ujung daun
2.
Helaian daun
3.
Tepi daun
4.
Ibu tulang daun
5.
Pangkal daun
6.
Tangkai
Menurut literatur
|
|
Sumber : Anonim
F. 2013
7.
Mangga
(Mangifera indica)
Keterangan:
1.
Ujung daun
2.
Helaian daun
3.
Tepi daun
4.
Ibu tulang daun
5.
Tangkai
Menurut literatur
|
|
Sumber : Anonim G.
2013
V.
ANALISIS
DATA
1.
Bambu
(Bambusa sp)
Klasifikasi ilimiah
Kingdom :Plantae
Subkingdom :Tracheobionta
Subkingdom :Tracheobionta
Super Divisi :Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus : Bambusa
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus : Bambusa
Spesies : Bambusa sp
Berdasarkan
pengamatan yang dilakukan tanggal 21 februari 2013 bahwa Daun bambu merupakan
daun yang tergolong daun tidak sempurna karena memiliki 2 bagian daun yaitu
helaian dan pelepah saja namun daun ini memiliki alat tambahn seperti selubung
bumbung. Bangun atau bentuk dari daun bambu adalah berbentuk garis atau
bentuk memanjang. Ujung daun pada daun bambu berbentuk meruncing Sedangkan
untuk pangkal daun membulat karena pada pangkal daunnya tidak terdapat sama
sekali sudut pangkal daun.
Daun bambu
memiliki tepi yang rata tidak bergerigi maupun bertoreh. Daging daunnya bertipe
perkamen yaitu tipis cukup kaku. Pertulangan daunnya sejajar dari pangkal daun
ke arah ujung daun. Permukaan atas daun cukup kasar dan bawah nya berbulu licin
karena disebabkan pertulangan daun yang cukup terasa karena ada semacam bulu-bulu
halus. Warna daunnya ada perbedaan atas dan bawah, pada bagian atas jauh lebih gelap dibanding
dengan yang ada dibagian bawah. Warna daun bamboo biasanya berwarna hijau namun
ada juga yang berwarna kuning.
2.
Tebu
(Saccharum officinarum L.)
Klasifikasi ilmiah:
Kingdom : Plantae
(Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus : Saccharum
Spesies : Saccharum officinarum L.
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae (suku rumput-rumputan)
Genus : Saccharum
Spesies : Saccharum officinarum L.
Berdasarkan pengamatan Bangun
daun tebu adalah berbentuk pita, daun bangun pita serupa dengan dau bangun
garis, daun tebu ini mirip dengan daun jagung. Ujung daunnya berbentuk runcing
dan pangkalnya berbentuk rata yaitu
tidak memiliki lekukan. Daun tebu memilki tepi yang rata dan daging daunnya
bertipe seperti kertas. Pertulangan daunnya pun sejajar dari pangkal sampai
ujung daun. Permukaan atas daun memiliki permukaan yang berbulu kasar, permukaan
bawah nya pun sama berbulu kasar, apabila dipegang akan terasa urat-urat daun
yang tersusun sejajar kecil. Warna daunnya hijau agak muda.
3.
Pisang
(Musa paradisiaca)
Klasifikasi
ilmiah:
Kingdom : Plantae
(Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Zingiberales
Famili : Musaceae (suku pisang-pisangan)
Genus : Musa
Spesies : Musa paradisiaca
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Commelinidae
Ordo : Zingiberales
Famili : Musaceae (suku pisang-pisangan)
Genus : Musa
Spesies : Musa paradisiaca
Berdasarkan penelitian Daun pisang memiliki bentuk daun yang jorong,
yaitu bentuk memanjang namun juga agak lebar perbandingan panjang dan lebarnya
adalah 11/2-2 : 1. Pada saat penelitian ujung daun pisang
saat itu meruncing karena daun tersebut masih muda, namun kerap kali di temukan
daun ujung pisang itu terbelah . Tepi daunnya rata namun ada juga yang
bergelombang. Daging daunnya tipis seperti kertas dengan pertulangan daun
menyirip
permukaan atas dan bawah daun sama-sama licin. Pada permukaan
bawah seperti dilapisi tepung, Apabila di peggang ada warna putih seperti
tepung yang melkat pada tangan. Warna daun untuk bagian atas daun warna
hijaunya lebih tua dari pada dibagian bawah daun, namun untuk daun yang masih
muda warnanya hampir sama.
Daun pisang merupakan daun sempurna karena memiliki 3 bagian
daun yaitu: tangkai, helaian dan pelepah.
4.
Jarak
(Ricinus communis)
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Ricinus
Spesies : Ricinus communis L
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Ricinus
Spesies : Ricinus communis L
Daun dari
tanaman Ricinus communis adalah daun
tidak lengkap memiliki tangkai dan hrlaian saja. Pertulangan daunnya menjari
dan bangun daunnya perisai karena daun jarak memiliki tangkai di tengah. Ujung
daun meruncing. Bagian tepi daunnya bergerigi yaitu memiliki sinus dan angelus
yang sama –sama lancip. Daunnya bercangap menjari. Daging daunnya seperti kertas.
Permukaan atasnya licin dan permukaan bawahnya berbinggul-binggul.. Beberapa jenis daun jarak berwarna hijau namun
yang di teliti saat praktikum kamis tanggal 21 februari meneliti daun jarak
yang berwarna hijau kemerahan.
5.
Widelia (Widelia sp)
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Widelia
Spesies : Widelia sp
Widelia memiliki bangun daun tombak, tepi daunnya bergerigi
ganda, hampir seperti bergerigi namun angulus cukup besar. Daging daunnya tipis
seperti kertas, pertulangan daunnya menjari sama seperti daun jarak namun pada
daun widelia lebih sedikit. Permukaan atas daunnya terdapat bulu-bulu kasar ,
dan bagian bawah daun bila diraba agak kasar. Warna daun untuk bagian atasnya
hijau agak gelap, bagian bawahnya agak terang.
6.
Mangga
(Mangifera indica)
Kingdom : Plantae
(Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Famili : Anacardiaceae
Genus : Mangifera
Spesies : Mangifera indica L.
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Sapindales
Famili : Anacardiaceae
Genus : Mangifera
Spesies : Mangifera indica L.
Bangun daun mangga adalah jorong, ujung daunnya
meruncing namun untuk bagian pangkal daunnya runcing saja, tepi daunnya rata
tanpa gelombang. Daging daunnya perkamen dan pertulangannya menyirip, tulang
daun pada daun mangga sangat jelas dan tebal mulai dari ibu tulang daun hingga
anak tulang daun. Permukaan daun bagian atas dan bawahnya sama-sama licin.
Untuk warna daunnya bagian atas daun berwarna hijau agak tua dibanding bagian
bawahnya.
7.
Keladi
(Colocasia sp)
Kingdom : Plantae
(Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Arecidae
Ordo : Arales
Famili : Araceae (suku talas-talasan)
Genus : Colocasia
Spesies : Colocasia sp
Sumber : http://www.plantamor.com/index.php?plant
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Arecidae
Ordo : Arales
Famili : Araceae (suku talas-talasan)
Genus : Colocasia
Spesies : Colocasia sp
Sumber : http://www.plantamor.com/index.php?plant
Keladi adalah
tanaman yang kebanyakan hidup di daerah dekat sungai atau tempat yang tergenang
air. Keladi memiliki bagian daun berupa pelepah dan helai daun. Tangkai
daun keladi adalah tangkai semu yang merupakan pemanjangan dari pelapah daun. Tanaman keladi memiliki daun daun berbentuk perisai dengan ujung daun meruncing dan
pangkal daun membelah. Tepi daun tumbuhan keladi rata hampir
bergelombang. Daging daunnya lunak
dan tipis. Permukaan atas dan bawah daun tanaman keladi licin dan dilapisi
lilin seperti daun pisang.
Kebanyakan warna daun keladi adalah hijau. Pertulangan daun tanaman keladi
menjari.
VI.
KESIMPULAN
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa :
1. Daun
tunggal (folium simplex) yaitu
apabila pada tangkai daun hanya terdapat satu helaian daun saja.
2. Daun lengkap adalah daun yang memiliki bagian
berupa pelepah daun (vagina), tangkai daun (petiolus) dan helaian daun
(lamina).
3. Daun bambu : bangun garis t, ujung meruncing, pangkal membulat,
tepi daun rata, daging daun tipis seperti perkamen, pertulangan sejajar, warna
daun dominan hijau. Permukaan atas agak kasar sedangkan permukaan bawah berbulu
licin.
4. Daun tebu : bangun pita, ujung runcing, pangkal rata atau
rompang, tepi daun rata, daging daun tipis seperti kertas, pertulangan sejajar,
warna daun dominan hijau. Permukaan atasnya berbulu halus sedangkan permukan
bawahnya kasap.
5. Daun pisang : bangun jorong, ujung meruncing, pangkal terbelah,
tepi daun rata, daging seperti kertas, pertulangan menyirip, warna hijau.
Permukaan atasnya licin dan permukaan bawahnya licin (berselaput lilin).
6. Daun jarak : bangun perisai, ujung meruncing, pangkal runcing,
tepi bergerigi , daging daun seperti kertas, pertulangan menjari, warna hijau
kemerahan. Permukaan atas daun licin
permukaan bawah berbinggu- binggul.
7. Daun widelia : bangun tombak, ujung runcing, pangkal rompang,
tepi daun bergerigi ganda, daging daun seperti kertas, pertulangan menyirip,
warna hijau. Permukaan atas daun berbulu kasar dan permukaan atas yang juga
kasar.
8. Daun keladi : bangun perisai, ujung meruncing, pangkal terbelah,
tepi daun bergelombang, daging daun lunak tipis, pertulangan daun menyirip,
warna hijau. Permukaan daunnya licin serta permukaan bawahnya berselaput lilin.
9. Daun
mangga : bangun jorong, ujung meruncing, pangkal runcing, daging daun perkamen,
pertulangan menyirip, warna hijau dengan permukaan yang licin.
VII.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim B. 2013. http://nusataniterpadu.files.wordpress.com/2009/02/king-grass.jpg, di akses pada hari Rabu, tanggal 20 februari
2013
AnonimC.2013.http://188hughlowstreet.files.wordpress.com/2010/09/banana_leaf.jpg
pisang 1 di akses pada hari Rabu, tanggal 20 februari 2013
Anonim D. 2013.
http://biojana.com/wp-content/uploads/2012/09/Jarak-Cina-Tanaman-Obat-Indonesia.jpgdi
akses pada hari Rabu, tanggal 20 februari 2013
Anonim E. 2013.
http://www.floridata.com/ref/w/wedelia.cfm
, di
akses pada hari Rabu, tanggal 20 februari 2013
Anonim G. 2013.
http://manfaat.org/wp-content/uploads/2012/07/Khasiat-Daun-Mangga.jpgdi
akses pada hari Rabu, tanggal 20 februari 2013
Amintarti, Sri. 2013.
Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan. Banjarmasin: Jurusan FMIPA FKIP
UNLAM.
Tjitrosoepomo, Gembong.1994. Morfologi
Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar